Properti Syariah

Saat ini masyarakat sudah sadar akan hadirnya Konsep syariah. Hal ini membuat developer properti syariah ikut naik daun belakangan ini.

Apalagi Negara Indonesia didominasi oleh masyarakat yang beragama Islam. Maka, tak heran jika properti dengan konsep syariah banyak diminati. Tapi, kamu juga harus hati-hati karena saat ini banyak bermunculan bisnis berbasis syariah yang kurang amanah.

Banyak developer properti syariah yang menjadikan “syariah” sebagai embel-embel untuk mendapatkan keuntungan semata.

Maka dari itu, kamu jangan mudah tergiur dengan iming-iming para pengembang “syariah” sebelum memahami betul konsep properti syariah itu sendiri.

Apa sih Ciri Khas Properti Syariah?

Banyak orang yang berpikiran developer properti syariah itu hanya menjual properti dan perumahan pada umat muslim saja. Padahal kebenarannya bukan seperti itu.

Mereka yang ingin memiliki hunian bebas riba, apapun agamanya. Boleh saja untuk membeli properti secara syariah. Secara umum, properti syariah merupakan jenis properti yang memiliki sistem transaksi yang dijalankan sesuai dengan syariah islam yang akan saya bahas dibawah ini.

Syariah Islam dalam Properti

Transaksi tanpa riba

Properti syariah berbeda dengan jual beli properti biasa yang menggunakan bunga dan denda. Transaksi properti jenis ini tidak akan mengenakan keduanya sama sekali. Karena, bunga dan denda itu adalah riba dalam jual beli dan dilarang dalam syariah Islam.

Akad jual beli

Ciri khas properti syariah yang lain adalah adanya akad jual beli yang dilakukan oleh pemilik dan pembeli. Tidak ada pihak ketiga seperti pihak bank yang menjadi perantara.

Transaksi yang terlibat dalam kepemilikan properti syariah adalah murni transaksi bisnis jual beli, baik itu secara kredit ataupun cash. Selain itu, pembeli juga tidak akan dibebankan biaya administrasi oleh pihak developer properti syariah.

Harga Jual Tidak berubah

Ketika melakukan akad jual beli di awal, akan disepakati satu harga yang dipilih oleh developer dan pembeli. Di dalam akad tersebut terdapat jumlah cicilan per bulan dan jangka waktu pembayaran.

Perjanjian yang disepakati oleh kedua belah pihak ini juga harus disampaikan seluruhnya sejak perjanjian awal. Tidak akan ada perubahan di tengah atau akhir proses.

Tidak ada asuransi

Jika kamu ingin membeli properti secara syariah. Hampir semua rumah tersebut tidak akan diasuransikan. Hal ini karena akad yang terjadi dalam asuransi mengandung ketidakjelasan yang tidak sesuai dengan agama Islam. Misalnya soal waktu yang tidak pasti untuk nasabah menerima klaim.

Tanpa Sita

Ketika kamu mengalami kendala keuangan saat membeli properti syariah dan tidak sanggup melunasi cicilan. Tidak akan ada penyitaan oleh penjual atau pengembang. Sebagai gantinya, mereka akan membantumu untuk menjual rumahnya.

Setelah itu, barulah sebagian hasil jual rumah tersebut digunakan untuk membayar sisa hutang.

Sistem yang diterapkan oleh developer properti syariah

Kamu bisa membeli rumah sesuai syariat islam melalui developer syariah. Semua transaksi pembelian properti dengan developer ini akan diterangkan secara tertulis pada Surat Pemesanan Pembelian Rumah (SPPR).

Pembeli nanti harus menandatangani surat tersebut lalu diikuti dengan persetujuan dari pihak developer. Transaksi dengan pengembang syariah tidak akan melibatkan peran perbankan.

Setelah harga dan tenor KPR sudah disepakati, selanjutnya konsumen hanya perlu berurusan dengan pihak pengembang dan notaris yang ditunjuk.

Itulah informasi mengenai properti syariah yang perlu kamu tahu. Pastikan dulu kamu memiliki kondisi keuangan yang baik sebelum membeli rumah jenis syariah atau konvensional.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here